Wisata De Tjolomadoe, Reinkarnasi Pabrik Gula Colomadu


De Tjolomadoe, Reinkarnasi Pabrik Gula Colomadu
De Tjolomadoe, Reinkarnasi Pabrik Gula Colomadu

Konser Hitman: David Foster and Friend pada Sabtu (24/3) lalu itu menandai dibukanya kawasan wisata De Tjolomadoe sebagai destinasi wisata baru di  wilayah Surakarta. Berlokasi di Colomadu, Kabupaten Karanganyar, belas Pabrik Gula Colomadu itu direvitalisasi menjadi satu kawasan wisata yang elok.

Bangunan seluas 1,3 hektar di atas lahan 6,4 hektar itu terlihat kokoh, dan tetap mempertahankan kekayaan nilai historis masa lalu. Memasuki ruang utama, mesin-mesin pabrik, cerobong asap, rel lori pengangkut tebu tetap bisa dilihat. Beberapa bagian dinding dibiarkan tetap mengelupas tidak diperbaiki untuk mempertahankan kesan masa lalu.

Nama-nama venue pun tetap menggunakan nama ruangan semasa De Tolomadoe masih sebagai pabrik gula. Setidakanya terdapat empat nama yang dipertahankan, yaitu Stasiun Gilingan yang digungsikan sebagai museum, Stasiun Ketelan yang merupakan area kafe, Stasiun Penguapan sebagai area Arcade, dan Stasiun Karbonatasi menjadi kawasan Art & Craft. Tiga venue lain adalah Besali Cafe, Tjolomadoe Hall (concert hall), dan Sarkara Hall yang serba gunja.

Stasiun Gilingan menjadi ruang favorit. Ruang ini awalnya merupakan ruang pengolahan tebu sejak ditunkan dari truk, hingga diangkut lori menuju mesin penggilingan. Tak heran jika mesin-mesin giling terpampang dominan, sementara rel lori membujur di bawahnya. Di ruangan ini pengunjung bisa melakukan swa foto dengan background mesin-mesin raksasa.

“Secara fisik, itu venue-venue yang ada di sini.  PT Sinergi Colomadu selaku pengelola De Tjolomadoe sedang membuka jaringan dengan pihak lain seperti Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) dan Dinas Pariwisata untuk menggelar berbagai event wisata di sini. Sedang kami rintis,” kata General Manager Konstruksi PT Sinergi Colomadu, Edison Suardi.

Selain venue indoor, De Tjolomadoe juga menyisakan ruang outdoor yang luas.  Bagian bagian depan gedung tersedia lokasi parkir, taman, dan arena pertunjukkan yang mampu menampung 6000 orang, dan ratusan kendaraan.

Destinasi Baru

Edison menambahkan De Tolomadoe dirancang menjadi destinasi wiasata baru, pusat kebudayaan, kesenian, dan destinasi wisata baru di Surakarta.De Tjolomadoe klak akan akan menggiring wisatawan dari Yogyakarta, Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Semarang untuk mampir bekas pabrik gula itu.

Namun, lanjut Edison, untuk menjadi magnet bagi calon pengunjung, De Tjolomadoe masih harus mempersiapkan event-event menarik untuk melengkapi eksotisme bangunan bekas pabrik gula tersebut.

“Untuk sekarang ini, even-even kesenian mungkin belum hidup di sini. Tapi, ke depan De Tjolomadoe akan menyelenggaraklan banyak event. Ada pameran, musik, tari baik tradisional maupun modern. Suksesnya konser David Foster kemarin membuat kami optimis,” ujar Edison.

Konser Hitman: David Foster and Friends pada pekan ketiga Maret lalu memang terbilang sukses. Setidaknya, sebanyak 3.000 tiket dengan harga mulai Rp 600 ribu sampai Rp 5 juta terjual habis bahkan dua pekan sebelum konser.

Penampilan Foster yang mengiringingi enam penyanyi kelas duani; Brian McKnight, Anggun C Sasmi, Sandi Sandoro, Dira Sugandi, dan Yura Yunita memesona pengunjung. Tidak menutup kemungkinan kesuksesan konser sepanjang 2,5 jam itu aakan disusl oleh konser-konser kelas dunia lainnya.

Sebelum konser David Foster, sejumlah agenda digelar di area De Tjolomadoe selama 2017, seperti Pesta Siaga Pramuka (Januari), Lomba Mewarnai (Mei), Ramadan Festive (Mei-Juni), Zumba Bersama (September), De Tjolomadoe Now yang menggelar  berbagai lomba sketsa, fotografi, Batik Fashion Show dan panggung musik (Desember).

Pada Maret lalu, selama tiga hari (20-23/3) digelar Diskusi Budaya dan Sejarah tentang arsitektur De Tjolomadoe sebagai sebuah warisan budaya, Solo Batik Carnival, dan pameran seni sebagai rangkaian memperkenalkan kawasan De Tjolomadoe.

Direktur Komersial PT PP Properti Tbk sebagai salah satu konsorsium BUMN,  S Linda Gustina, menyampaikan pihaknya akan memberdayakan masyarakat di bidang kesenian, dan UMKM sehingga De Tjolomadoe akan membawa imbas pada ekonomi kerakyatan.

“Tidak hanya mengembangkan aspek seni, heritage, dan pariwisata, saya berharap kawasan ini juga akan meningkatkan produktivitas ekonomi daerah,” kata Linda.

Sejarah De Tjolomadoe

Pabrik Gula Colomadu sendiri dibangun pada 1861 oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegaran IV (1853-1881). Pada masa kejayaannya,PG Colomadu  mampu mengekspor gula ke Belanda, Singapura, dan Bandaneira. Dari hasil penjualan gula pula Mangkunegara IV bisa mendirikan sekolah rakyat, membangun jalan, dan irigasi.

Setelah merdeka, PG Colomadu  dinasionalisasi ke tangan Pemerintah Republik Indonesia pada 1946 melalui Penetapan Pemerintah No. 16 Tahun 1946 tanggal 15 Juli 1946. Namun, pabrik terus hidup dan gula tetap diproduksi di mana pengelolaannya diserahkan kepada Perusahaan Perkebunan Republik Indonesia (PPRI).

Pada 1981, PG Colomadu dikelola oleh Perusahaan Nasional Perkebunan (PNP), dan mulai 1996 masuk ke dalam wilayah pengelolaan PTPN IX. PG Colomadu berhenti berproduksi pada 1 Mei 1998 karena kesulitan bahan baku, dan sejak itu bangunan terbengkalai hingga dimulainya revitalisasi pada awal 2017.

Empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu PT PP (Persero) Tbk, PT PP Properti Tbk, PT Taman Wisata Candi Prambanan, Borobudur, dan Ratu Boko (Persero), serta PT Jasa Marga Properti membentuk konsorsium PT Sinergi Colomadu untuk merevitalisasi PG Colomadu. Peletakan batu pertama revitalisasi dilakukan oleh Menteri BUMN, Rini Sumarno pada 8 April 2017.

Menurut Rini, revitalisasi dilakukan dalam empat tahap. Tahap pertama selesai dengan anggaran Rp75 miliar. Salah satunya ya Convention Hall untuk konser David Foster yang bisa menampung 3.000. Selain itu, dibangun juga venue of Meeting Incentive Converence Exhibition (MICE) dengan kapasitas maksimal 1.000 orang dan commercial area yang berisi berbagai tenant craft

Digugat Mangkunegaran

Namun, keberadaan De Tjolomadoe tidak mulus. Setidaknya, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunehara IX akan menggugat Kementrian Badan Usaha Milik Negara (Kemen BUMN) atas pengambilalihan dan revitalisasi yang dilakukan terhadap bekas Pabrik Gula Colomadu.

Bahkan, Perseiden Jokowi membatalkan peresmian De Tjolomadoe yang dijadwalkan pada 29 Maret lalu. Padahal, undangan berikut agenda acara sudah tersebar. Meski hingga kini belum jelas apakah pembatalan itu berhububgan dengan rencana gugatan dari Mangkunegaran.

Versi dari Tim Pengembalian Aset Mangkunegaran (PAM), selama ini Kemen BUMN tidak pernah meminta izin dari pihak Mangkunegaran selaku pemilik awal bangunan dan lahan terkait proyek tersebut. Mangkunegaran merasa keberatan dengan revitalisasi PG Colomadu karena tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan.

“Kami akan mengajukan gugatan pembatalan status tanah karena belum ada pelepasan tanah dari pihak Mangkunegaran. Tapi, pada 2014 tiba-tiba serifikat itu sudah beralih ke PTPN IX,” kata juru bicara Tim PAM, Didik Wahyudiono, Minggu (25/3).

Tim PAM, lanjut Didik, mengakui secara legalitas PG Colomadu berada di bawah pengelolaan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX. Namun, bukan berarti PTPN (Kemen BUMN) bisa melakukan apa saja terhadap PG Colomadu tanpa melibatkan pihak Mangkunegaran. Sebab, sesuai dengan dengan PP 3 dan 4 tahun 1946, penguasaan negara terhadap PG Colomadu hanya pada usaha, bukan pada lahan dan bangunan.

Sementara itu, Penanggung jawab tim PAM, Joko Susanto, menyatakan pihaknya sudah mengirim surat kepada PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX, Bupati Karanganyar, hingga Menteri BUMN untuk meminta kejelasan soal rencana revialisasi. Namun, kata Joko, surat dari Tim PAM tidak direspons.

Menurut Joko, berdasarkan sertifikat yang dimiliki Badan Pertanahan Nasional (BPN)   terdapat catatan atau keterangan yang menyatakan lahan PG Colomadu awalnya aset Mangkunegaran. Disebutkan juga terkait permohonan kepada negara atas eks tanah Mangkunegaran.

“Yang menjadi persoalan, apakah pemerintah sudah menerima betul PG Colomadu dari pihak Mangkunegaran? Sebab kami belum merasa menyerahkan aset, ” kata dia.

Revitalisasi Jalan Terus

PT Sinergi Colomadu selaku pelaksana revitalisasi eks Pabrik Gula (PB) Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, menyerahkan masalah rencana gugatan Mangkunegaran terhadap penguasaan dan revitalisasi PG Colomadu ke pemerintah pusat.

Menurut Penanggung Jawab Bangunan dari PT Sinergi Colomadu, Edison Suardi, memastikan revitalisasi tetap berjalan. Dia mengaku tidak kaget dengan rencana gugatan itu.

“Kasus ini sudah berlangsung lama, tapi sebenarnya sudah ada vonis pengadilan. Revitalisasi jalan terus,” kata Edison.

Terpisah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar akan proaktif menyikapi protes dan rencana gugatan Tim PAM terhadap revitalisasi eks PG Colomadu. Pejabat sementara (Pjs) Bupati Karanganyar, Prijo Anggoro Budi Rahardjo, mengatakan pihaknya  sudah berkoordinasi dengan Polres dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar.

“Kami akan berusaha memfasilitasi. Nanti akan duduk bersama, mengurai persoalan agar semuanya jelas,” ujar Prijo.

Menurut Prijo, persoalan penguasaan aset dan lahan PG Colomadu merupakan kebijakan pemerintah pusat. Dia yakin pemerintah tidak sewenang-wenang  mengambil alih bekas PG Colomadu.

Lokasi Wisata De Tjolomadoe

Lokasi wisata De Tjolomadoe tidak jauh dari Bandara Adi Soemarmo Solo, waktu tempuh sekitar 10 menit perjalanan. Alamat wisata De Tjolomadu di Jalan Adi Sucipto.

Google Maps De Tjolomadoe 

Harga Tiket Masuk Rp 25.000 pr orang. Buka mulai pukul 07.00-21.00

 

Baca juga: Wisata Solo, Kuliner, dan Penginapan Murah


103 Articles
Wartawan aktif di The Jakarta Post. Sedang berusaha keras merintis jualan kaos mendemciu dan kopi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.