Jejak Abu Bakar Ba’asyir, dari Soeharto hingga Jokowi


Jejak Abu Bakar Ba’asyir, dari Soeharto hingga Jokowi
Teka-teki Batalnya Pembebasan Ba’asyir/Antara

Terpidana kasus terorisme, Abu Bakar Ba’asyir, akan dibebaskan tanpa syarat dengan alasan kemanusiaan, usia lanjut, dan kondisi kesehatan. Itu kata Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Saat ini, Ba’asyir masih ditahan di Lapas Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, setelah sebelunya dipindahkan dari LP Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Pendiri Jaringan Anshorut Tauhid (JAT) itu divonis 15 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada Juni 2011.

Pria berusia 81 tahun itu dinyatakan terbukti merencanakan dan menggalang dana pelatihan kelompok bersenjata di Pegunungan Jantho, Aceh pada 2010. Sampai 2019 ini, Baasyir udah menjalani hukuman 9 tahun penjara.

Lahir di Jombang pada 1938, Ba’asyir adalah jebolan Pondok Pesantren (Ponpes) Gontor pada 1959, dan lulusan Fakultas Dakwah Universitas al-Irsyad, Solo pada 1963. Semasa kuliah, ia aktif dalam kegiatan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), kemudian masuk dalam struktur kepengurusan Pemuda Al-Irsyad Solo, Gerakan Pemuda Islam Indonesia, dan Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam. Pada awal 1972, Ustad Abu mendirikan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Bersama Abdullah Sungkar, ia ditangkap penguasa Orde Baru, Soeharo, pada 1983. Keduanya dituduh menghasut orang untuk menolak asas tunggal Pancasila, dan mengharamkan penghormatan pada bendera Merah Putih. Ustad Abu juga dituding sebagai tokoh gerakan Hispran (Haji Ismail Pranoto). Haji Ismail merupakan salah satu tokoh gerakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia Jawa Tengah.

Jejak Abu Bakar Ba’asyir, dari Soeharto hingga Jokowi
Terpidana kasus terorisme, Abu Bakar Baasyir (kiri) tiba di RSCM Kencana, Jakarta, dengan pengawalan petugas, 1 Mret 2018. Ba’asyir akan menjalani pemeriksaan kesehatan/Antara

Ia divonis 9 tahun penjara. Namun, saat menjadi tahanan rumah pada 1985, Ustad Abu dan Abdullah Sungkar melarikan diri ke Malaysia. Konon, di negeri jiran itu dia membentuk gerakan radikal, Jamaah Islamiyah yang berafiliasi ke Al-Qaeda. Namun Ba’asyir menolak tuduhan itu. Toh, namanyatetap masuk dalam daftar badan intelijen Amerika Serikat (CIA).

Majelis Mujahidin ndonesia

Setahun setelah Orde Baru tumbang pada 1998, Ustad Abu pulang ke Indonesia. Dia langsung terlibat dalam proses pendirian Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), sebuah organisasi yang bertujuan menegakkan syariat Islam. Konggres MMI pertama di Yogyakarta pada 8 Agustus 2002 memilihnya sebagai Ketua Mujahidin. Ia kembali mengajar di Ponpes Al MUkmin Ngruki.

Di era pemerintahan Megawati Soekarnoputri, tepatnya Oktober 2002, Ba’asyir ditangkap dalam kasus bom Bali 2002 yang menewaskan 202 orang, dan Bom Bali 2003. Ba’asyir divonis bersalah dengan hukuman 2,6 penjara pada 3 Maret 2005 di era Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Untuk kasus bom Bali 2003, Baasyir tidak terbukti bersalah.

Pada 14 Juni 2006 Ba’asyir bebas setelah mendapat remisi Hari Kemerdekaan RI pada 2005. Empat tahun kemudian, tepanya 9 Agustus 2010, Ba’asyir kembai ditangkap atas tuduhan pembentukan dan pelatihan cabang Al-Qaeda di Aceh. Dalam kasus ini, Ba’asyir divonis 15 tahun penjara pada 16 Juni 2011.

Bebas Bersyarat Abu Bakar Ba’asyir 

Selama di Nusakambangan, Ba’asyir disebut berbaiat kepada ISIS yang berbasis di Irak dan Suriah. Namun, Aman Abdurrahman (Oman) yang mendirikan Jamaah Anshar Daulah (JAD) membantah kabar itu.

Dia dijebloskan ke Lapas Pasir Putih Nusa Kambangan, Cilacap. Pada pertengahan 2016, Baasyr dipindah ke Lapas Gunung Sindur, Bohgor, Jawa Tengah. Nama Ba’asyir kembali muncul saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, pada Maret 2018.

Sempat muncul kabar Ba’asyir akan dipindah ke Lapas di Jawa Tengah, kemudian menjadi tahanan rumah, serta kabar mengajukan permohonan grasi. Namun kabar itu tidak pernah menjadi kenyataan.

Perjuangan Baasyir melalui mekanisme hukum banding, kasasi, hingga Peninjauan Kembali (PK), termasuk upaya keluarga yang mengajukan pembebasan atas pertimbangan kemanusiaan, juga kandas.  Berdasarkan putusan inckrah, Ustad Abu seharusnya baru akan bebas pada 24 Desember 2023. Namun, Jumat (18/1) Presiden Jokowi memutuskan akan membebaskan Ba’asyir tanpa syarat atas dasar kemanusiaan.

Kabar itu disampaikan oleh kuasa hukum Jokowi di Pilpres, Yusril Ihza Mahendra. Menurut Yusril, Ba’asyirjuga sudah menjalani 2/3 masa tahanan dari 15 tahun penjara. Mantan Menteri Hukum dan Perundang-undangan pada Kabinet Persatuan Nasional, dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia pada Kabinet Gotong Royong itu mengaskan proses pembebasan Ba’asyir dilakukan sejak Desember 2018.

“Alasannya  kemanusiaan. Beliau sudah sepuh, hanya pertimbangannya kemanusiaan,” ujar Yusril.(*)

Baca juga: Teka-teki di Balik Batalnya Pembebasan Abu Bakar Ba’asyir

 

BIODATA

Nama: Abu Bakar Ba’asyir

Tempat’/tanggal Lahir: Jombang, Jawa Timur, Indonesia, 17 Agustus 1938

Profesi:Pemimpin Pondok Pesantren Al Mu’min ( – 1972)

Karier:

Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam Solo

Sekretaris Pemuda Al-Irsyad Solo

Ketua Gerakan Pemuda Islam Indonesia

Ketua Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam

Pemimpin Pondok Pesantren Al Mu’min

Pendidikan:

Pondok Pesantren Gontor, Ponorogo, Jawa Timur

Fakultas Dakwah Universitas Al-Irsyad, Solo, Jawa Tengah


104 Articles
Wartawan aktif di The Jakarta Post. Sedang berusaha keras merintis jualan kaos mendemciu dan kopi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.