Jejak Tahun Baru di Bulan Maret


Kalender Romawi Kuno/National Geographic

Pernah ada masa bahwa titik pergantian tahun bukan terjadi pada 1 Januari, melainkan akhir Maret. Adalah Babilonia kuno, sebuah bangsa yang pernah hidup pada masa 4.000 ribu tahun lalu atau sekitar 2.000 tahun Sebelum Masehi (SM) yang menjadi pionir perayaan Tahun Baru.

Pada masanya, akhir Maret merupakan puncak dari musim semi di mana itul;ah saatnya rayat bergembira. Bunga-bunga mekar, dan ladang-ladang mulai dipanen. Pada bulan itu, bangsa Babilonia kuno sekaligus memperingati penobatan pemimpin baru mereka. Peringatan penobatan sekaligus menjadi tradisi memperbarui mandat penguasa.

Tidak hanya bangsa Babilonia Kuno, setiap peradaban pun memiliki versi kalender masing-masing. Pada umumya, mereka menetapkan awal tahun sesuai dengan perhitungan musim dan astronomi.

Bangsa Romawi Kuno yang hidup pada abad ke-8 (753) SM salah staunya. Berdasarkan kalender mereka, tahun baru ditetapkan tanggal 1 Maret, bukan akhir Maret. Berbeda dengan kalender Masehi yang terdiri dari 12 bulan, Kalender Romawi hanya memiliki sepuluh bulan, dan dimulai dengan bulan Maret.

Selain Maret, ada beberapa nama bulan yang kita kenal sampai sekarang,  yaitu September, Oktober, November, dan Desember. Hanya saja, urutan bulan berbeda dengan Kalender Masehi.

Pada Kalender Romawi Kuno, September hingga Desember merupakan bulan ketujuh hingga kesepuluh. Dalam bahasa Latin, Septem adalah tujuh, kemudian okta untuk delapan, novem untuk sembilan, dan desem untuk sepuluh -sebelum akhirnya raja kedua Roma, Numa Pontilius (753 – 673 SM) memasukkan Januari dan Februari dalam deretan bulan dalam kalender.

Kalender Romawi Kuno/National Geographic
Kalender Suku Maya/NationalGeographic

Januari diambil dari nama Dewa Janus, salah satu dewa yang pertama disembah dengan dua wajah yang saling menghadap berlawanan. Sang Dewa diyakini berkuasa atas jalan, gerbang, dan pintu Romawi, termasuk mengendalikan masa tanam. Sedangkan nama Februari berasal dari kata dari Februa, nama sebuah festival pensucian di Romawi yang sudah sangat tua.

Bangsa Romawi sendiri baru merayakan tahun baru tanggal 1 Januari pada tahun 153 SM. Tahun baru dipindahkan dari bulan Maret ke Januari saat dimana dua konsulat Romawi –pejabat tertinggi- terpilih untuk masa jabatan satu tahun. Namun, dalam beberapa tahun berikutnya perayaan tahun pada pada 1 Januari belum konseisten karena masih juga dirayakan pada bulan Maret.

Hingga akhirnya Julius Caesar memperkenalkan kalender baru berdasarkan revolusi Matahari untuk memperbaiki sistem kalender Romawi kuno mulai tidak akurat. Julius Caesar yangt baru saja dinobatkan sebagai kaisar Roma itu mengganti kalender Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM itu, dan kemudian meresmikan 1 Januari sebagai awal tahun pada 46 SM.

Sang Kaisar juga satu tahun dalam satu kalender sebanyak 365 dari sebelumnya 254 hari. Selain itu, Caesar menyerukan agar dalam setiap empat tahun, satu hari ditambahkan di bulan Februari untuk menghindari penyimpangan perhitungan. Sebelum terbunuh di tahun 44 SM, Caesar mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli. Nama bulan Sextilis kemudian juga diganti dengan nama penerusnya, yaitu Agustus –dari Kaisar Augustus.

Pergolakan tentang 1 Januari sebagai awal tahun terjadidi Eropa pada abad pertengahan. Mereka menganggap perayaan tahun baru tidak kristiani, hingga akhirnya pada 567  M Dewan Tur menghapus 1 Januari sebagai awal tahun.

Sejak saat itu, beberapa negara Eropa merayakan tahun baru secara berbeda-beda, yaitu pada 25 Desember yang merupakan  kelahiran Yesus, 1 Maret dan 25 Maret yang merupakan Hari Raya Pemberitaan dan Paskah.

Tanggal 1 Januari dikembalikan sebagai awal tahun pada tahun 1582 oleh reformasi kalender Gregorian pada masa Paus Gregorius XIII. Tanggal 1 Januari yang mulanya menjadi salah satu hari besar bagi umat Kristen, dalam perkembangannya telah menjadi tradisi tahun baru bagi umat dunia sampai saat ini. (*)


104 Articles
Wartawan aktif di The Jakarta Post. Sedang berusaha keras merintis jualan kaos mendemciu dan kopi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.