Wisata Mandalika, Sekeping Surga di Nusa Tenggara


Wisata Mandalika, Sekeping Surga di Nusa Tenggara
Wisata Mandalika/wonderfulindonesia

Wisata Mandalika adalah sekeping surga yang belum digarap.  Mandalika di Lombok Tengah ini mulai banyak dibicarakan. Terlebih setelah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika diresmikan sebagai destinasi wisata baru di Nusa Tenggara Barat.

Keindahan kawasan seluas 1.035 hektar di Nusa Tenggara Barat itu kabarnya tidak kalah dibanding Pulau Lombok dan Bali. Tidak heran jika wisata Mandalika menjadi satu dari 10 destinasi pariwisata prioritas yang digarap pemerintah.

Mandalika melengkapi 12 Kawasan Khusus Ekonomi yang empat di antaranya khusus Pariwisata. Selain kawasan wisata Mandalika,  tiga kawasan lain adalah, Tanjung Lesung (Banten), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), dan Morotai (Maluku Utara). Kawasan wisata Mandalika dikelola oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) yang sebelumnya mengelola kawasan Nusa Dua, Bali.

Kawasan wisata Mandalika terdiri dari beberapa titik wisata, antara lain Pantai Kuta Lombok, Tanjung Aan, Pantai Seger, dan Bukit Merese. Pemerintah sedang menggenjot kawasan wisata Mandalika itu lewat proyek “The Mandalika”. Sebab, pesona Lombok, terutama wisata Mandalika tidak kalah dengan pesona Gili Trawangan dan dua Gili lainnya.

Proyek Lama

Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika sebenarnya proyek lama pada era Presiden Soeharto, dan Joop Ave sebagai Dirjen Pariwisata dengan BUMN Lombok Tourism Development Corporation (LTDC) sebagai pelaksana proyek pada 1989.

Namun, LTDC gagal melakukan pembangunan karena masalah dana,. BUMNU itu kemudian dinyataan bangkrut pada 1998. Asetnya diambil alih oleh PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA).

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melanjutkan proyek KEK Mandalika. SBY meresmikan proyek kawasan wisata Mandalika senilai Rp27 triliun dengan masa pembangunan 10 tahun pada tahun 2011.

Beberapa investor nasional seperti MNC Grup melalui PT Global Land Development berinvestasi, dan akan membangun taman terpadu, dan sirkuit Formula 1.  Sementara Gobel Group akan membangun berbagai fasilitas.

Rajawali Group melalui PT Canvas Development akan melengkapi kawasan wisata Mandalika dengan hotel, vila, dan resort premium di Tanjung Ann. Namun, hampir seluruh proyek gagal karena masalah pembebasan lahan.

SBY sempat menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 52/2014 tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Sampai akhirnya pada 2015 Presiden Joko Widodo membereskan  pembebasan lahan melalui instruksi presiden (Inpres). Proyek pembangunan KEK Mandalika pun berlanjut.

Kini, aliran investasi Rp 13 triliun mengalir di KEK Manalika. Sejumlah hotel berbintang mulai dibangun, antara lain Hotel Royal Tulip, Hotel Paramount, Hotel Pullman, Hotel Club Med, dan Hotel X2.

Instalasi pengolahan air bersih Batu Jai Praya 200 L/detik, Bandara Lombok, Gardu Induk Kuta 150 Kv, Pelabuhan Lembar hingga jalan terbangun. Pemerintah juga menyiapkan insentif pajak untuk investor, dan mempermudah kepemilikan properti bagi orang asing di KEK Mandalika.

Destinasi Wisata Mandalika

Berikut ini tempat-tempat wisata yang ada dalam Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika:

Bukit Merese

Bukit Merese
Senja di Bukit Merese/Istimewa

Bukit Merese adalah salah satu tempat terbaik untuk menikmati sunset atau matahari terbenam. Matahari akan turun perlahan di balik Bukit Merese, melintasi bukit yang hijau kekuningan karena sinar matari. Smentara d bawahnya adalah  pemandangan laut dengan air yang juga kekuningan karena bias sinar matahari.

Selain itu, lanskap bukit menuguhkan panorama yang luar biasa indahnya. Sangat layak jika Bukit Merese menjadi destinasi wisata Mandalika yang pantas dikunjungi.  Bukit ini berada antara Pantai Serenting dan Pantai Tanjung Aan.

Lokasi: Jalan Kuta Lombok, Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Goa Kotak

Wisata Mandalika, Sekeping Surga di Nusa Tenggara
Goa Kotak/Istimewas

Berbeda dengan goa pada umumnya yang berbentuk lingkaran atau lorong, Goa Kotak ini benar-benar berbentuk kotak. Lokasinya di atas bukit, pengunjung bisa memandang lepas ke arah laut dari goa.

Lokasi: Jalan Pantai Mawi, Sengkol, Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Desa Adat Sade

Desa Adat Sade
Rumah tradisional Suku Sasak di Desa Adat Sade, Lombok Tengah/Istimewa

Wisata Mandalika juga menawarkan wisata pedesaan yang eksotis, yaitu Desa Adat Sade. Desa ini merupakan tempat tinggal warga lokal Lombok dan suku sasak. Wisata andalika yang satu ini menawarkan kearifan lokal dan adat-istiadat yang terus dilestarikan sejak 600 tahun lalu.

Saah satunya adalah bentuk bangunan yang menyerupai masjid dan lumbung padi dari anyaman bambu dengan atap alang-alang kering. Pengunjung akan menyatu dengan warga lokal,  bersama-sama menari, memainkan permainan tradisional, dan belajar menenun.

Lokasi: Desa Rambitan, Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Desa Adat Ende

Atraksi adat Desa Ende
Atraksi adat Desa Ende/@janjalantrip

Selain Desa Adat Sade, terdapat juga Desa Adat Ende. Desa ini hanya dihuni sekitar 37 kepala keluarga dari suku Sasak. Pengunjung bisa melihat langsung  kehidupan tradisional warga suku Sasak. Termasuk menyaksikan prosesi pernikahan adat jika waktunya tepat.

Lokasi: Desa Sengkol, Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat

Batu Payung

Wisata Mandalika, Sekeping Surga di Nusa Tenggara
Batu Payung/towzonglin

Batu Payung bisa menjadi landmark atau ikon KEK Mandalika. Disebut Batu Payung karena bentuknya menyerupai payung.  Batu ini sebenarnya batu karang yang terbentuk alami karena gerusan air laut dan angin selama ribuan tahun. Letaknya di ujung timur Pantai Tanjung Aan. Banyak pengunjuk yang berfoto di Batu Payung karena bentuknya yang instagramable.

Lokasi: Jalan Kuta Lombok, Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat

Pantai Kuta Mandalika

Wisata Mandalika, Sekeping Surga di Nusa Tenggara
Snorkeling di Pantai Kuta Lombok/Istimewa

Lokasnya berada di KEK Mandalika. Pantai ini kerap diperbandingkan dengan Pantai Kuta Bali. Namun, Pantai Kuta Lombok dianggap lebih bersih dan tenang dibanding Pani Kuta Bali. Meski terhitung sebagai destinasi wisata Mandalika baru, namun kawasan Pantai Kuta Lombok ini sudah memiliki fasilitas lengkap.

Lokasi: Kuta, Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat

Harga Tiket masuk Pantai Kuta

Tidak ada tarif khusus, hanya biaya parkir lebih Rp 10.000 untuk kendaraan mobil dan Rp 5.000 untuk sepeda motor.

Pantai Seger

Wisata Mandalika, Sekeping Surga di Nusa Tenggara
Pantai Seger/felgra_photography

Salah satu destinasi wisata Mandalika lainnya adalah Pantai Seger. Lokasinya berada sisi timur Pantai Kuta. Pantai ini mulai populer setelah menggelar acara rutin tahunan, salah satunya Festival Bau Nyale pada Februari atau Maret.

Dalam festival ini  warga memadati Pantai Seger untuk mencari cacing yang konon menurut mitos daerah setempat merupakan jelmaan Putri Nyale.

Pantai Seger memiliki pasir putih, dan ombak yang cocok untuk berselancar. Gugusan karang yang unik juga menjadikan kawasan ini sebagai arena snorkeling dan berkano.

Lokasi: Kuta, Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Pantai Tanjung Aan

Wisata Mandalika, Sekeping Surga di Nusa Tenggara
Pantai Tanjung Aan/Alfarabi

Pantai Tanjung Aan bisa menjadi pilihan wisata Mandalika. Suasana lebih lengang dibanding Pantai Kuta. Pantai ini cocok untuk menyepi, dan mencari inspirasi.  Meski sepi, namun tempat ini sudah mempunyai beberapa spot yang instagramable.

Lokasi: Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Pantai Serenting

Wisata Mandalika, Sekeping Surga di Nusa Tenggara
Pantai Serenting/Istimewa

Pantai Serenting juga menjadi area dalam Festival Bau Nyale karena lokasinya memang berdekatan dengan Pantai Seger. Salah satu spot ikonik di pantai ini adalah tengkong atau jamur di tengah laut.

Lokasi: Kuta, Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat

Pantai Gerupuk

Wisata Mandalika, Sekeping Surga di Nusa Tenggara
Pantai Gerupuk/ule60hz

Pantai Gerupuk menawarkan beberapa spot surfing yang mempesona dengan tingkatan ombak bervariasi, mulai dari pemula sampai profesional. Sejumah spot surfing itu, antara lain Prigi, Giligoleng, Batu Teong, Batu Lawang, dan Terasaq.

Lokasi: Pagutan Bar, Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Museum Negeri Nusa Tenggara Barat

Wisata Mandalika, Sekeping Surga di Nusa Tenggara
Koleksi Museum Mandalika/Istimewa

Museum ini tidak hanya mewakili sejarah dan budaya Lombok, tapi Pulau Sumbawa. Museum Negeri Nusa Tenggara Barat diresmikan 1982, mengoleksi  sekitar 7.500 benda sejarah, dari benda seni sampai buaya muara sepanjang 4 meter yang diawetkan.

Ada juga benda-benda yang dipercaya berkekuatan magis, seperti benda pengusir roh jahat, dan penangkal petir.

Museum buka Selasa-Kamis pukul 08.00-14.00 WITA, Jumat 08.00-11.00 , Sabtu 08.00-12.30, dan Minggu 08.00-14.00 . Hari dan libur nasional tutup.

Lokasi di Kecamatan Ampenan, di Jalan Panji Tilar Negara Tanjung Karang.

Kota Tua Ampenan

Kota Tua Ampenan
Kota Tua Ampenan/Istimewa

Kota Ampenan berbatasan dengan selat Lombok yang memisahkan Pulau Lombok dengan Pulau Bali. Pada masanya, kota ini merupakan kota yang sibuk karena sebagai penghubung dengan pulau lain.

Pada 1975 dermaga Ampenan ditutup karena ombak yang besar membahayakan kapal-kapal yang bersandar. Di Kota Tua Ampenan, banyak bangunan tidak terawat. Sebagian lainnya dipertahana dan direvitaliasi.

Cara ke Lokasi Wisata Mandalika

Tujuan pertama adalah Kota Mataram, bisa ditempuh dengan pesawat atau feri dari Pulau Bali. Sesampai di Kota Mataram, tujuan berikutya Terminal Bus Mandalika. Dari terminal ini Anda bisa melakukan perjalanan ke wisata terdekat menggunakan minibus.

Transportasi Pesawat

Jika menggunakan transportasi pesawat, sebaiknya Anda memesan tiket jauh-jauh hari sebelum keberangkatan agar mendapatkan harga promo.

Jakarta-Mataram          Rp  700.000

Surabaya-Mataram      Rp 471.900

Denpasar-Mataram      Rp 311.400

Yogyakarta-Mataram   Rp 182.000

Bandung-Mataram        Rp 445.000

Kereta Api Jakarta-Surabaya

KA Gaya Baru Malam pukul 10.15 WIB, tiba di Stasiun Surabaya Gubeng  pukul 01.35, harga tiket Rp 110.000.  Dari Stasiun Surabaya Gubeng melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi menggunakan KA Sri Tanjung pukul 14.30 WIB, tiba di Stasiun Banyuwangi Baru pukul 21.15 WIB dengan tiket Rp 100.000.

Dari Stasiun Banyuwangi Baru berjalan kaki ke Pelabuhan Ketapang untuk mencari bus jurusan Terminal Ubung di Denpasar, Bali. Perjalanan Pelabuhan Ketapang ke Terminal Ubung Bali sekitar tiga jam termasuk penyeberangan Selat Bali dengan kapal feri. Tiket bus Rp 30.000-Rp 50.000.

Dari Terminal Ubung perjalanan dengan bus ke Pelabuhan Padangbai  selama empat jam,  biaya Rp 40.000-Rp 50.000.  Selanjutnya dari Pelabuhan Padang Bai menyeberangi Selat Lombok menggunakan kapal feri menuju Pelabuhan Lembar di Pulau Lombok. Waktu tempuh sekitar lima jam, biaya kapal feri Rp 45.000-Rp 50.000.

Dari Pelabuhan Lembar, Anda bisa menggunakan angkutan kota, taksi, atau mobil sewaan menuju Terminal Bertais dengan biaya Rp 10.000. Angkutan umum hanya beroperasi mulai pukul 06.00-17.00 Wita. Dari Terminal Bertais ini Anda bisa menuju ke lokasi wisata yang diinginkan.

Total biaya transportasi darat dan laut  dari Jakarta-Lombok adalah Rp 370.000. Rinciannya sebbagi berikut:

KA dari Stasiun Pasar Senen-Stasiun Surabaya Gubeng Rp 110.000

Stasiun Surabaya Gubeng-Stasiun Banyuwangi Baru Rp 100.000

Pelabuhan Ketapang-Terminal Ubung Rp 50.000

Terminal Ubung-Pelabuhan Padang Bai Rp 50.000

Pelabuhan Padang Bai-Pelabuhan Lembar Rp 50.000

Pelabuhan Lembar-Terminal Bertais Rp 10.000

Transportasi dari Bali ke Lombok

Kapal Ferry

Kapal Ferry menjadi transportasi murah dari Bali menuju Lombok. Tidak ada salahnya menggunakan transportasi ini, terutama bagi para backpacker.

Berikut tabel harga tiket kapal pelabuhan Padang Bai, Bali – Lembar, Lombok:

Kategori Penumpang

Tanpa Kendaraan 

Dewasa           Rp 46.000

Anak-anak      Rp 29.000

Dengan Kendaraan           

Golongan I – Sepeda                                   Rp 62.000

Golongan II – Sepeda Motor (<500CC)       Rp 129.000

Golongan III – Sepeda Motor (>=500CC)    Rp 250.000

Golongan IVa – Mobil/Sedan (<=5m)         Rp 917.000

Golongan IVb – Mobil Barang (<=5m)        Rp 827.000

Golongan Va – Bis Sedang (<=7m)              Rp 1.780.000

Golongan Vb – Truk Sedang (<=7m)           Rp 1.460.000

Golongan VIa – Bis Besar (<=10m)              Rp 3.010.000

Golongan VIb – Truk Besar (<=10m)           Rp 2.398.000

Golongan VII – Truk Trailer (<=12m)           Rp 3.060.000

Golongan VIII – Truk Trailer (<=16m)          Rp 4.538.000

Golongan IX – Truk Trailer (>16m)               Rp 6.830.000

Daftar KMP Ferry dari Padang Bai ke Pelabuhan Lembar (PP)

KMP Nusa Bhakti

KMP Putri Gianyar

KMP Salindo Mutiara

KMP Dharma Sentosa

KMP Segunda

KMP Gading Nusantara

KMP Nusa Penida

KMP Nusa Sakti

KMP Marine Primera

KMP Satria Pratama

KMP Satria Nusantara

Lebih lengkapnya baca di sini.

Fast Boad dari Padang Bai (Bali) ke Gili dan Lombok

Pergi Pulang  (PP)     Rp  650.00

One Way                   Rp  350.000

Harga per orang dengan fasilitas gratis antar jemput di wilayah Bali (Kuta, Legian , Seminyak , Jimbaran , Sanur, Ubud)

Angkutan dari Denpasar-Pelabuhan Padang Bai

Transportasi ke pelabuhan Padang Bai (untuk menyeberangi Selat Lombok) dari Bali bisa menggunakan minibus lewat Terminal Ubung, Denpasar. Tarif  mulai Rp 40.000-Rp. 60.000. Jarak tempuh sekitar 45 km atau lama perjalanan sekitar 2 jam.

Jadwal keberangkatan shuttle bus antara lain:

06.00 WITA

07.00 WITA

10.00 WITA

13.30 WITA

Trayek Bus di Terminal Mandalika

AKAP Bima-Mataram-Surabaya-Malang

AKAP Bima-Mataram-Surabaya-Jakarta

AKAP Bima-Mataram-Yogyakarta-Jakarta

AKDP Mataram-Bima

AKDP Mataram-Dompu

AKDP Mataram-Taliwang

AKDP Mataram-Sumbawa

AKDP Mataram-Calabai

AKDP Mataram-Alas

Angkutan Perintis ke ke Pulau Sumbawa (6 trayek) dan Pulau Lombok (3 trayek)

Angkutan Pemadu Moda Mataram-Bandara Internasional Lombok.

Transportasi Non-Bus di Mandalika

Ada beberapa pilihan moda transportasi, seperti taksi, mobil sewaan, dan bus. Mobil sewaan akan lebih efektif untuk beberapa orang . Harga mobil sewaan mulai dari Rp  350.000, sedangkan minibus dengan kapasitas 20 orang sekitar Rp 1.000.000 per hari.

Infografis Wisata Mandalika

Infografis Wisata Mandalika/Beritagar
Infografis Wisata Mandalika/beritagar

Penginapan di Mandalika

Ada beberapa pilihan hotel diMandalika, harganya pun bervariasi, mulai dari sasak Lombok Bungalow yang harganya Rp.100.000-an sampai The Lombok Lodge dengan harga mulai Rp.6.000.000-an per malam. Beberapa di antara nya adalah:

Kuta Indah Hotel

Berada di sekitar Pantai Kuta Mandalika di Jl Raya Kuta. Harga mulai Rp 250.000 per malam.

Same Same Bungalow

Lokasi penginapan ini di Jalan Tabelo, sekitar 14 menit berjalan kaki dari Pantai Kuta. Harga Rp 200.000 per malam.

Sasak Lombok Bungalow

Tempat penginapan ini bergaya tradisional, lokasi  Jl. By Pass Kuta-Awang Km 3 Rangkap I. Hanya sekitar  14 menit dari pantai. Harga Rp 165.000 per malam.

Surfers Inn

Alamat di Jalan Pariwisata Kuta, hanya dua menit berjalan kaki dari pantai. Harga mulai Rp 190.000  per malam.

Bombora Bungalows

Penginapan ini berada di area Kuta Mandalika, di Jalan Raya Kuta. Telepon: 0370-6158056

Harga Rp 350.000-Rp 450.000

Sekar Kuning

Telepon: 0370-6154856

Lokasi di  Jalan Raya Pantai Kuta

Harga mulai Rp175.000-Rp 275.000

Yuli’s Homestay

Telepon: 0819 1710 0983

Lokasi di Jalan Batu Riti, Pantai Kuta

Harga  Rp 450.000-Rp 650.000

Aerotel Mandalika Praya Lombok

Lokasi hotel sekitar 15 menit  berkendara dari Bandara Internasional Lombok.  Alamat Jalan Gajah Mada No.110, Praya, Lombok . Harga mulai Rp 400.000 per malam.

Novotel Lombok Resort and Villa

Hotel bintang empat ini  berada di sekitar Pantai Nyale. Telepon  (+62)370/6153333

Harga Rp 1.300.000 per malam.

Kuliner Wisata Mandalika

Wisata Mandalika memiliki empat kuliner khas Lombok yang harus dicoba. Jangan lewatkan kuliner ini jika berkunjung ke Lombok:

Ayam Taliwang

Ayam Taliwang ini sudah sangat populer. Biasanya disajikan dengan cara digoreng atau dibakar menggunakan kayu nangka atau kayu kopi untuk menambahk kelezatan aroma. Ayam Taliwang disajikan bersama plecing kangkung.

Ayam Rarang

Kuliner khas lainnya adalah Ayam Rarang. Ayam kampung ini diolah dengan bumbu khas Lombok Timur yang kelezatannya tidak kalah dengan olahan Ayam Taliwang.

Sate Rembiga

Ini merupakan olahan daging sapi. Sate Rembiga disajikan seperti Sate Maranggi dengan citarasa berbeda. Sate tanpa bumbu kacang memiliki citarasa khas. Rasa dagingnya sangat lezat, perpaduan antara gurih, manis, dan pedas.

Sate Bulayak

Satu lagi kuliner khas Lombok adalah  Sate Bulayak, juga berbahan daging sapi. Sate ini disajikan bersama lontong dari beras ketan. Istilah bulayak sendiri mengacu pada lontong yang dibungkus dengan daun aren atau enau. Bentuknya memanjang seperti spiral. Bulayak inilah yang disajikan bersama sate atau jeroan bumbu kacang khas Sasak. Kacang ditumbuk dan direbus dengan santan.

Nasi Balap Puyung

Nasi Balap merupakan salah satu ikon kuliner Mataram. Porsi nasi ini hanya sedikit, mungkin seperti nasi kucing di Solo atau Jogja. Nasi Balap Puyung digemari karena citarasa bumbun a yang pedas. Satu porsi Nasi Balap Puyung terdiri dari nasi, kacang kedelai, ayam suwir goreng dan basah, dan telur.

Bebalung

Bebalung dalam bahasa Sasak berarti tenaga. Menu khas Lombok ini berupa tulang iga sapi atau kerbau dengan racikan cabe rawit, bawang putih, bawang merah, lengkuas, kunyit dan jahe.

Sate Tanjung

Sate Tanjung berbahan ikan laut dan rempah-rempah dengan cita rasa gurih dan pedas. Awalnya, kuliner ini sebagai sesaji dalam upacara adat dan keagamaan. Namun  mnjadi populer etelah menjadi kuliner sehari-hari masyarakat Lombok Utara.(*)

 

Baca juga:

Sirkuit Mandalika untuk MotoGP, Ini Desainnya

Wow! MotoGP Digelar di Indonesia Tahun 2021

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


103 Articles
Wartawan aktif di The Jakarta Post. Sedang berusaha keras merintis jualan kaos mendemciu dan kopi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.